Prosedur, Cara dan Syarat Mengurus e-KTP yang Hilang Lengkap

Cara Urus e-KTP yang Hilang – Merupakan kartu identitas resmi penduduk, KTP wajib dimiliki oleh setiap Warga Negara Indonesia. Tak terkecuali juga untuk Warna Negara Asing (WNA) yang telah beralih status atau menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Peran dari KTP atau Kartu Tanda Penduduk Sendiri cukup penting sebagai verifikasi dan validasi data diri penduduk. Mulai dari tahun 2011, KTP berubah atau harus diperbarui menjadi elektronik KTP (e-KTP). Sesuai dengan namanya, e-KTP memuat kode keamanan dan rekaman elektronik yang tentunya data di dalamnya tidak sama untuk setiap data diri yang berbeda.

Cara Mengurus e-KTP Hilang

Cara Mengurus e-KTP Hilang (republika.co.id)

Rekaman elektronik yang terdapat pada e-KTP berupa data diri penduduk, baik berupa rekaman retina mata, tanda tangan sidik jari dan lain sebagainya. Setiap KTP elektronik dengan data diri yang berbeda, pada dasarnya mempunyai NIK yang tidak sama. Nomor Induk Kepemilikan atau NIK yang tertera pada kartu tanda penduduk tersebut, menjadi dasar identitas diri setiap orang yang diperlukan saat ingin mengajukan berbagai macam dokumen penting seperti SIM (Surat Izin Mengemudi), Paspor, NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan dokumen-dokumen lainnya.

Mengingat begitu pentingnya peran dari e-KTP, maka bisa dipastikan bahwa setiap Warga Negara Indonesia harus memiliki kartu identitas tersebut. Setiap penduduk tanah air, berhak untuk memiliki KTP ketika sudah berusia 17 tahun atau dalam status sudah atau pernah menikah. Karena merupakan salah satu kartu identitas yang penting, ada baiknya jika e-KTP disimpan dengan baik dan jangan sampai hilang atau rusak. Jika sampai data diri itu hilang, segera lakukan pengurusan terhadap KTP yang hilang. Bagi yang belum tahu cara urus e-KTP yang hilang, maka tidak ada salahnya untuk menyimak informasi berikut;

Syarat Urus e-KTP yang Hilang

Syarat cara urus e-KTP yang hilang, pertama-tama pemilik diharapkan untuk melaporkan kehilangan. Membuat laporan kehilangan KTP dapat dilakukan di kantor POLSEK (Kepolisian Sektor) atau Polrestabes (Kepolisian Resor Kota Besar). Persyaratan pertama dari pengurusan surat kehilangan adalah dengan mengunjungi kantor polisi yang telah ditunjuk dan meminta pihak yang bersangkutan untuk menangani pengajuan surat kehilangan tersebut.

Setelah surat kehilangan KTP berhasil dibuat, kemudian segera konfirmasi dengan ketua RT dan RW. Datangi ketua RT dan mintalah untuk dibuatkan surat pengantar beserta tanda tangannya. Surat pengantar yang telah ditanda tangani oleh ketua RT, bawalah ke ketua RW untuk ditanda tangani dan diberi stempel. Selain menyiapkan surat kehilangan dan surat pengantar, masih ada persyaratan lain yang juga harus dipenuhi.

Adapun persyaratan lain seperti yang dimaksud, diantaranya ialah Fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan kalau ada juga sertakan Fotocopy KTP/e-KTP. Sebagai saran, selalu sempatkan untuk mem-fotocopy KTP meski dalam kondisi tidak hilang. Sebab salinan tersebut juga sangat diperlukan untuk mengurus berbagai macam dokumen. Terlebih lagi disaat kehilangan atau rusaknya e-KTP yang tidak terduga kapan terjadinya.

Jangan lupa juga untuk menyiapkan pas foto sebagai persyaratan administrasi. Meskipun bersifat tidak wajib, namun beberapa kelurahan/kecamatan biasanya akan meminta pas foto untuk keperluan data administrasi. Untuk mengantisipasi, siapkan pas foto ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar yang nantinya digunakan sebagai kelengkapan data administrasi di kantor kelurahan atau kantor desa. Untuk kelengkapan di kantor kecamatan, siapkan juga 2 lembar pas foto berukuran 4×6.

Prosedur Cara Urus e-KTP yang Hilang untuk Pengurusan di Kelurahan

Prosedur pengurusan e-KTP yang hilang, langkah pertamanya adalah dengan datang langsung ke kantor kelurahan yang juga menjadi tempat pelayanan masyarakat tingkat kelurahan. Namun perlu untuk diketahui, langkah pertama dengan mendatangi kantor kelurahan ini hanya untuk mengajukan surat pengantar untuk mengurus e-KTP yang hilang dan nantinya akan dikirim atau diteruskan ke kantor kecamatan.

Sebelum mengunjungi kantor desa atau kelurahan, jangan lupa untuk membawa berkas-berkas atau persyaratan seperti yang telah disampaikan di atas. Setelah sampai pada kantor kelurahan/kepala desa setempat, segera minta surat pengantar untuk mengurus e-KTP yang hilang. Di sana, nanti Anda akan diminati untuk mengisi formulir permohonan e-KTP baru karena hilang atau juga hilang.

Sertakan juga beberapa dokumen yang telah dibawa setelah formulir permohonan sudah terisi dengan baik, jelas dan benar. Dokumen atau berkas yang diperlukan terdiri atas satu lembar fotocopy surat keterangan hilang dari kepolisian, fotocopy surat pengantar dari ketua RT/RW setempat sebanyak satu lembar, fotocopy KK dan KTP (jika ada), dan biasanya juga akan dimintai pas foto 3×4 sebanyak dua lembar.

Setelah semua berkas diserahkan untuk melengkapi data administrasi, selanjutnya petugas registrasi kelurahan akan melakukan verifikasi dan validasi data. Seusai diverifikasi dan divalidasi, kemudian kepala desa atau lurah akan menandatangani formulir yang berisi pengajuan e-KTP baru. Berikutnya, petugas menyerahkan formulir permohonan tersebut beserta berkas Anda untuk diproses ke di kantor kecamatan.

Prosedur Cara Urus e-KTP yang Hilang untuk Pengurusan di Kecamatan

Cara urus e-KTP yang hilang di kantor kecamatan, pertama-tama Anda harus datang terlebih dahulu ke kantor kerja. Setelah sampai, segera serahkan dokumen atau berkas-berkas pendukung untuk membuat e-KTP yang hilang di tempat pelayanan yang sudah disediakan.

Setelah itu, petugas kecamatan akan melakukan verifikasi dan validasi terhadap data penduduk. Kemudian, petugas akan memanggil nama Anda untuk memberikan tanda terima dari berkas permohonan pembuatan e-KTP baru. Waktu dari proses pengerjaan e-KTP baru bervariasi, bisa 7 hari kerja atau lebih.

Waktu pengerjaan e-KTP baru, umumnya tertera pada bukti atau tanda terima yang tadinya telah diberikan oleh kantor kecamatan atau kantor suku dinas kependudukan. Untuk pengambilan e-KTP, tidak bisa diwakilkan pada pihak lain selain pengurus daripada KTP yang hilang atau rusak itu sendiri.

Pengambilan tersebut tidak bisa diwakilkan ke orang lain, sebab nantinya diperlukan verifikasi data sidik jari dari database kependudukan. Sedangkan untuk biaya dari pembuatan e-KTP baru, berdasarkan banyak sumber tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Kecuali untuk biaya-biaya lain seperti pembelian map dan perlengkapan lainnya.

Source:

cara mengurus ktp hilang dan bisa di wakilkan orang lain, ngurus ktp hilang bisa diwakilkan